“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup1 di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki” (QS Ali ‘Imran : 169)

Innaalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun…Telah berpulang ke rahmatullah, istri dari Prof. K.H. A. Mansur Suryanegara, Drs, M.B.A., Ph.D. (sejarawan). Istri beliau wafat pada hari Selasa, 27 Januari 2009 (bertepatan dengan 30 Muharram 1430 H) pukul 13.00 di Rumah Sakit Al-Islam.

Bagi saya, Pak Mansur (begitu beliau dipanggil) sudah seperti kakek sendiri. Begitu pula dengan ibu saya, menganggap Pak Prof seperti ayahnya sendiri. Beliau adalah sahabat dekat kakek kandung saya. Istri Pak Prof pun sudah dianggap ibunda oleh ibu saya. Wajar, jika keluarga kami kehilangan sosok nenek, terlebih lagi kedua orangtua ibu saya memang sudah terlebih dahulu Allah panggil ke haribaan-Nya…

Semoga seluruh amal ibadah, iman serta Islam istri Pak Prof diterima oleh Allah subhanahu wata’ala dan dapat digolongkan ke dalam golongan wanita dan istri shalihah penghuni surga kelak…

1Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.

kaba

Labbaikallahumma labbaik. Labbaikala syarikalakalabbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmulk la syarikalak.
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Siapa yang tidak mau dijamu sebagai tamu oleh Allah di Baitullah? Saya yakin setiap muslim pasti menginginkan menunaikan rukun Islam yang ke-5 ini. Pergi ke Tanah Suci dan menunaikan ibadah haji memang tidak seperti kita menunaikan ibadah maghdhah lainnya, seperti shalat, shaum, dan zakat. Dapat dikatakan, ibadah haji merupakan kompilasi dari ibadah-ibadah maghdhah tersebut.

Kakek saya pernah menitipkan sebuah pesan, kalau mau naik haji, niatkan sejak kecil. Biasakan menabung setiap hari, kalau bisa dipaksa untuk menyisihkan uang setiap harinya, walaupun sedikit. Insya Allah, Allah akan membalas “mujadahah” kesungguh-sungguhan kita dengan mengundang kita ke Baitullah.

Salah satu landasan disyari’atkannya ibadah haji bagi ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah QS Al-Baqarah : 196-197,

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai ditempat sembelihannya. Jika ada diantara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umroh sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulam itu akan mengerjakan haji maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

Selain itu, Rasulullah bersabda dalam hadits berikut yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Islam ditegakkan di atas lima (perkara): (pertama) bersaksi bahwa tiada Ilah (yang patut diibadahi) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul utusan Allah, (kedua) menegakkan shalat, (ketiga) mengeluarkan zakat, (keempat) menunaikan ibadah haji, dan (kelima) melaksanakan shiyam (puasa) Ramadhan.”
(Muttafaqun’alaih: Muslim I : 45 no:16-20 dan lafadz ini baginya, Fathul Bari I: 49 no: 8, Tirmidzi IV: 119 no: 2736 dan Nasa’i VIII: 107).

Berikut ini adalah Rukun dan Wajib Ibadah Haji:
Rukun Haji
Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam
Ibadah Haji
. Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah


Rukun Haji Arti
Ihram Pernyataan mulai mengerjakan ibadah
haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh
di miqat
Wukuf di Arafah Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada
tanggal 9 Zulhijah
Tawaf Ifadah Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali,
dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
Sa’i Berjalan atau berlari-lari kecil antara
bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
Tahallul Bercukur atau menggunting rambut setelah
melaksanakan Sa’i
Tertib Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal

Wajib Haji
Wajib Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan pada Ibadah Haji, jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda).

Wajib Haji Keterangan
Niat Ihram Dilakukan setelah berpakaian Ihram
Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tgl 9 Zulhijah Dalam perjalanan dari Arafah ke Mina
Melempar jumroh Aqabah Pada tanggal 10 Zulhijah
Mabit di Mina Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
Melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
Tawaf Wada’ Melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah
Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram


Marilah mulai sejak dini kita niatkan untuk menunaikan ibadah haji ini. Sebagai motivasi, di bawah ini merupakan keutamaan-keutamaan yang akan kita peroleh jika kita berhasil menjadi haji yang mabrur, antara lain

Haji Mabrur Menghapus Dosa-dosa dan Melebur Kesalahan

Rasulullah menyatakan bahwa orang yang hajinya mabrur akan diampuni kesalahannya. Betapa banyak dosa yang kita buat selama hidup di dunia, jika tidak diampuni, maka sangat malang sekali nasib kita ini.
Limpahan materi di dunia tidak akan ada artinya, jika nanti kita di siksa di neraka. Harta, jabatan, dan kekayaan tidak ada nilainya saat kita di akhirat kelak tidak punya bekal apa-apa. Terlebih jika kita masih punya dosa-dosa, pasti akan menambah berat beban siksaan kita di akhirat.
Solusi dari semua itu adalah mengerjakan haji dengan benar. Jika kita berniat agar haji kita mabrur dan berusaha semaksimal mungkin, insya Allah kita akan termasuk orang-orang yang hajinya mabrur dan dosa-dosa kita diampuni Allah swt.

Menghilangkan Kefakiran

Bukan hanya dosa-dosa yang akan diampuni, tetapi orang yang menunaikan haji diberi janji oleh Allah dihilangkan kefakirannya. Sudah bukan rahasia lagi, jika ada orang yang berangkat haji, kemudian di tanah air uangnya kembali seperti semula.
Jadi, tidak perlu khawatir uang kita akan “menguap” begitu saja, karena Allah Sang Pemberi rezeki yang akan menggantinya. Memang tidak langsung sim salabim ada, tetapi dengan izin Allah akan ada pintu-pintu yang sebelumnya tidak terduga ternyata menghasilkan pundi-pundi harta.

Umroh ke Umroh Merupakan Penghapus Dosa dan Surga Merupakan Balasan Haji Mabrur

Bagi jama’ah yang berada di Makkah hendaknya sesering mungkin melakukan umroh, karena di antara satu umroh ke umroh berikutnya merupakan kifarat (penggugur dosa). Sedangkan bagi jamaah yang hajinya mabrur dijanjikan Allah mendapat surga.
Jika kita ditanya, apa tujuan hidup ini. Banyak yang menjawab ingin sukses. Tapi apa sebenarnya sukses itu? Apakah indikator sukses itu, apakah harta yang melimpah, rumah yang megah, mobil yang mewah, ataukah apa?
Sukses bagi seorang muslim indikatornya adalah diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Jadi, selama di dunia, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menggapai surga, karena percuma jika kita hidup di dunia bergelimangan harta tapi di akhirat nanti sengsara.

Jadi, tunggu apalagi, bersiaplah untuk segera menunaikan ibadah haji. Bagi yang sudah berkelebihan harta, jangan menunda. Sebab kita tidak akan tahu apakah hari esok kita masih ada dan apakah hari esok kita masih jaya. Sedangkan bagi yang belum punya harta cukup, senantiasa berdoa dan berusaha. Ketika kita bekerja, sisihkanlah sebagian harta untuk tabungan haji. Jika kita bersungguh-sungguh ingin menjadi haji mabrur, Allah pasti akan menolong kita. Betapa banyak contohnya, orang yang pekerjaannya hanya sebagai pencari kayu bakar di hutan dan di jual ke kota dengan dipanggul, akhirnya bisa menunaikan haji setelah menabung selama 20 tahun. Intinya, teruslah berusaha dan berdoa, semoga Allah mengabulkan niat baik kita semua.

Sebagai aktivis mahasiswa, pastinya pernah mendengar dan menyanyikan, atau bahkan hafal lagu “wajib” aktivis mahasiswa Indonesia ini. Di ITB, sebagai kampus pergerakan, tentunya lagu ini juga diperkenalkan dan diajarkan pula kepada para mahasiswanya, biasanya di setiap kegiatan penyambutan/kaderisasi awal mahasiswa baru –dahulu bernama OSKM– yang mampu membawa nuansa pergerakan dan semangat kepada para mahasiswa untuk terus berada di samping rakyat membela kepentingan mereka.

Hampir-hampir saja, di kegiatan kaderisasi awal ITB tahun 2008 kemarin, lagu ini luput untuk diperdengarkan, untungnya, para mentor –dengan modal suara yang pas-pasan =D — berhasil setidaknya menyanyikan lagu ini di hadapan para adik mentornya.

Begini liriknya:

“Totalitas Perjuangan”

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

– Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Semangat yang dibawa oleh lagu tersebut tidak boleh luntur. Selamanya, mahasiswa memiliki tanggung jawab di pundaknya –dengan populasi hanya sekitar 1,25%– untuk membawa bangsa ini menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.

dukaku

Gaza – Infopalestina: Memasuki hari ke-21 genosida di Jalur Gaza, jumlah korban meninggal meningkat menjadi 1133 syuhada, 368 di antaraya adalah anak-anak 105 wanita, 100 orang lanjut usia, 15 anggota tim medis, 4 wartawan, 3 aktivis asing. Sementara itu jumlah korban luka mencapai lebih 5130 separohnya adalah anak-anak kaum wanita.

Pasukan penjajah Zionis Israel melanjutkan agresinya di seluruh wilayah Jalur Gaza, Jum’at (16/01). Apa yang dilakukan Israel adalah aksi-aksi pembersihan etnis dengan mefokuskan serangan kepada warga sipil dan fasilitas-fasilitas kesehatan.

Sumber-sumber medis Palestina menegaskan seorang bocah Palestina Isa Ermilat (14) gugur dan 6 bocah lainnya terluka akibat serangan udara Zionis Israel yang menghantam dekat pasar al najmah di kamp pengungsi Shabura di kota Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Sementara itu 8 orang lainnya terluka dalam aksi militer di daerah Shufa.

Pasukan militer Israel menggempur sekitara masjid al Amin dan masjid Khalid bin Walid di sisi barat dank amp pengungsi Khan Yunis. Aksi militer Israel ini mengakibatkan seorang warga Nadir Abu Rizq dan anaknya yang berusia 4 tahun terluka.

Sementara pesawat tempur Israel menggempur kantor polisi utama di Khan Yunis dan membuatnya hancur total di sampung menghancurkan kantor pertolongan pertama di Khan Yunis.

Pasukan penjajah Zionis Israel melancarkan serangan dari darat, laut dan udara dengan menggunakan puluhan bom pospos ke berbagai daerah di kota Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza. Sementara di wilayah utara Jalur Gaza terjadi aksi gempuran sengit yang dipusatkan di Jabaliya. (seto)

Elemen mahasiswa sejak dahulu dikenal sebagai penyambung lidah rakyat. Peran ini lebih-lebih mencuat ke permukaan, di saat para wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif, yang seharusnya menjadi elemen yang benar-benar menyuarakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi ataupun golongan, tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Berbagai kebijakan yang diambil dan dikeluarkan oleh lembaga eksekutif pemerintahan, yaitu presiden dan para menterinya, seringkali merugikan rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berlandaskan fenomena inilah, pada akhirnya mahasiswa dituntut untuk bergerak, mengambil aksi dan tindakan, turun ke pentas politik untuk mengkritisi dan menuntut kebijakan-kebijakan yang tidak baik tersebut.

Turunnya elemen mahasiswa ke pentas politik, tentu bukan dalam konteks politik praktis seperti yang dilakukan oleh partai-partai politik. Kegiatan politik mahasiswa didasari oleh kesadaran peran, potensi, posisi, dan fungsinya di masyarakat. Potensi intelektual sebagai insan akademik menjadi karakter pergerakan politik yang dilakukan. Itulah karakter yang menjadi mainstream pergerakan. Melawan ketidakadilan kebijakan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Boleh jadi mainstream tersebut akan terus menjadi karakter pergerakan mahasiswa Indonesia, selama pemerintah belum berpikir dan bertindak seadil-adilnya untuk dapat menyejahterakan rakyat Indonesia. Dewasa ini pun demikian. Meski nafas reformasi telah dihembuskan 10 tahun yang lalu, ketidakadilan dan kekurangoptimalan kinerja pemerintah masih ada. Nafas reformasi yang dahulu dihembuskan seakan-akan sekarang sedang tersengal karena berbagai macam hal. Reformasi belum dijalankan secara kaaffah. Padahal, arus globalisasi yang menuntut bangsa kita untuk meningkatkan daya saing di dunia internasional, semakin menyeret kemandirian bangsa Indonesia. Di samping itu, elemen mahasiswa pun belum merenovasi pergerakannya. Mainstream pergerakan sudah seharusnya direnovasi, mengikuti hembusan nafas reformasi yang dahulu pernah dihembuskan. Renovasi bukan berarti meninggalkan mainstream yang dahulu sudah ada, tetapi lebih kepada mengekspansi wilayah garapan pergerakan yang harapannya semakin menambah progresifitas pergerakan mahasiswa di masa yang akan datang.

Mainstream gerakan seperti yang disebut di atas, ternyata tidak hanya dilakukan oleh gerakan mahasiswa Indonesia saja, tetapi dilakukan oleh gerakan mahasiswa di berbagai belahan dunia lainnya sehingga dapat diambil sebuah benang merah gerakan mahasiswa, yaitu,

· Gerakan mahasiswa lahir dari kondisi yang dihadapi masyarakat yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita-cita negara dan harapan masyarakat.

· Gerakan mahasiswa merespon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasar kesadaran moral, tanggung jawab intelektual, pengabdian sosial dan kepedulian politik.

· Situasi global sering menjadi faktor yang memicu dan mematangkan kekuatan aksi mahasiswa.

· Gerakan mahasiswa selalu muncul sebagai pelopor dari sebuah aksi perlawanan yang memicu dukungan serta aksi-aksi sejenis dari unsur-unsur sosial politik lain.

· Dalam eskalasi gerakan, kekuatan mahasiswa akhirnya harus beraliansi dengan unsur-unsur kekuatan lain hingga tujuan perjuangannya tercapai

· Model gerakan mahasiswa –khususnya yang terorganisir dan radikal- umumnya diilhami atau dilandasi oleh suatu ideologi tertentu. Biasanya ideologi yang dianut adalah antitesis dari ideologi kemapanan yang dianut negara.

Benang merah di atas menjadikan mainstream gerakan yang telah ada saat ini menjadi sebuah karakter gerakan mahasiswa yang sulit diubah. Namun, seperti yang telah disebutkan bahwa perlu upaya ekspansi garapan gerakan mahasiswa agar progresifitas gerakan mahasiswa menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Mengutip beberapa kalimat yang dilontarkan salah seorang aktivis:

Teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!

Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!

Mahasiswa mencontek jawaban ujian, tidak pantas berteriak anti-korupsi!

Dengan demikian, sebenarnya gerakan mahasiswa ITB pada khususnya ke depan perlu mempertimbangkan beberapa analisis berikut ini,

1. Analisis kondisi eksternal

a. Kisruh politik praktis sebagai proses pemanfaatan momentum reformasi sesaat

b. Globalisasi di bidang ekonomi (The World is Flat, Thomas L. Friedman)

c. Tidak adanya musuh bersama

d. Variasi ideologi dan misi gerakan

e. Masyarakat mulai resisten terhadap gerakan anarkistis mahasiswa; masyarakat memerlukan solusi konkret, teladan, studi kasus, success story, dan know-how yang dimiliki oleh mahasiswa sebagai insan akademik

f. Bobroknya tata nilai dan moral di masyarakat

2. Analisis kondisi internal

a. Visi ITB sebagai world class university; kampus berbasis riset

b. Waktu studi yang relatif lebih singkat

c. Dominansi mahasiswa berekonomi menengah ke atas

d. Biaya kuliah yang relatif lebih tinggi

e. Apatisme mahasiswa terhadap gerakan

f. Kuriusitas mahasiswa bergeser kepada hedonisme

Dari berbagai analisis di atas, maka beberapa poin garis besar yang diusulkan mengenai gerakan mahasiswa ITB terutama di tahun 2009 sehingga dapat memulihkan dan meningkatkan citra serta meningkatkan progresifitas kemahasiswaan ITB adalah:

1. Melakukan pencerdasan politik nilai kepada masyarakat luas menyusul perhelatan akbar demokrasi, yaitu pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden langsung.

2. Menyadarkan seluruh elemen gerakan terkait musuh bersama sehingga sasaran pergerakan menjadi jelas (re-define).

3. Membuat akselerasi kaderisasi gerakan kemahasiswaan, menelurkan alumni yang berafiliasi kepada Islam, memiliki kapasitas internal (e.g. kokoh dan mandiri, spesialis berwawasan global, dinamis dan kreatif), serta memiliki kapasitas eksternal (cakap memangku jabatan di masyarakat, menjadi agent of change, dapat membangun ketokohan sosial).

4. Mulai melakukan ekspansi penguasaan dan pemanfaatan serta pengambilalihan teknologi bagi kemashlahatan umat dan bangsa.

“Sepertinya, sejarah terlanjur mempercayakan kepada pemuda (mahasiswa)

untuk membuat perubahan.”

munasharah-bandung-baligo-2

BANDUNG, (PR).-
Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) melakukan aksi solidaritas rakyat Palestina untuk memperingati 20 tahun Gerakan Intifadah di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Jumat (7/12). Mereka menuntut pemerintah Indonesia agar bisa memberikan dukungan nyata terhadap kemerdekaan Palestina.
Mereka meminta seluruh rakyat Indonesia bisa berpartisipasi dalam mendukung saudaranya yang terdesak di Palestina. “Tanggal 8 Desember 1987 merupakan hari bersejarah bagi perjuangan Palestina yang bertepatan dengan lahirnya Gerakan Intifadah,” ujar Koordinator FSLDK Bandung Raya Ridwansyah Yusuf A.
Menurut dia, Gerakan Intifadah merupakan gerakan pembebasan yang memunculkan keinginan untuk bangkit atas ketidakadilan dan segala bentuk kezaliman yang dilakukan Israel. “Kita sebagai bangsa yang mayoritas Islam diharapkan bisa memberi dukungan yang nyata terhadap Palestina,” ujar Ridwansyah.
Dalam aksi itu, massa membentuk lingkaran besar di depan pagar Gedung Sate sambil meneriakkan kecaman terhadap Amerika sebagai teroris. Aksi HAM
Tak beberapa lama, massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan aksi dalam rangka menyambut Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia yang jatuh pada 10 Desember.Mereka menuntut pemerintah agar bisa menyelesaikan segala permasalahan HAM di Indonesia secara lebih komprehensif dan serius. “Kami berharap Komisi Nasional (Komnas) HAM di Indonesia tidak sekadar menjadi pemberi rekomendasi, tapi juga bisa menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan HAM,” kata Koordinator FPR, Asdam. (A-154)***

taken from: http://pikiran-rakyat.com/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.